Sabtu, 30 April 2016

Rabu, 15 Oktober 2014

Krisis yang dirasakan Negara Indonesia, akibat adanya Globalisasi

KRISIS MORAL REMAJA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI

 Globalisasi adalah proses dimana semuanya berlandaskan mentiadakan batasan-batasan. baik batasan wilayah, negara, poliyik, budaya, ekonomi, moral, dan lain sebagainya.
dalam tulisan yang dimuat dalam blog ini, akan membahas krisis yang dirasakan Indonesia akibat adanya Globalisasi. dan terfokus dalam penulisan Krisis Moral Remaja di Era Globalisasi.
Menurut Widjaja (1985:154) menyatakan bahwa moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak). Sedangkan moralitas merupakan kemauan untuk menerima dan melakukan peraturan, nilai-nilai atau prinsip-prinsip moral. Nilai-nilai moral itu, seperti:
a.      Seruan untuk berbuat baik kepada orang lain, memelihara ketertiban dan keamanan, memelihara kebersihan dan memelihara hak orang lain, dan
b.      Larangan mencuri, berzina, membunuh, meminum-minumanan keras dan berjudi.
Moral berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan antara perbuatan yang benar dan yang salah. Dengan demikian, moral merupakan kendali dalam  bertingkah laku. Seseorang dapat dikatakan bermoral, apabila tingkah laku orang tersebut sesuai dengan nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi oleh masyarakat. Sehingga tugas penting yang harus dikuasai remaja adalah mempelajari apa yang diharapkan oleh masyarakat dan kemudian mau membentuk perilakunya agar sesuai dengan harapan sosial tanpa terus dibimbing, diawasi, didorong, dan diancam hukuman seperti yang dialami waktu anak-anak. Perkembangan moral berhubungan dengan peraturan-peraturan dan nilai-nilai mengenai apa yang harus dilakukan seseorang dalam interaksinya dengan orang lain.
Namun, moral remaja pada era globalisasi ini telah menyimpang dari ajaran tentang tingkah laku hidup atau ajaran agama tertentu yang berlaku di dalam lingkungan masyarakat. Mereka cenderung mengagung-agungkan budaya Barat dibandingkan budaya asli Indonesia yang sebenarnya sangat unik dan beragam. Bukan hanya mengagung-agungkan budaya Barat saja tapi teknologi global pun juga ikut mempengaruhi krisis moral pada remaja.
Globalisasi sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia terlebih lagi remaja. Sebab remaja merupakan masa pertumbuhan menuju dewasa yang umumnya mereka masih bersifat labil. Itu mereka lakukan agar tidak dianggap ketinggalan jaman atau di ejek “kalau nggak gini iya nggak gaul!”. Hal itu semakin memperparah krisis moral di kalangan remaja.
Menurut Papalia dan Olds (2001), masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Transisi perkembangan pada masa remaja berarti sebagian perkembangan masa kanak-kanak masih dialami namun sebagian kematangan masa dewasa sudah dicapai (Hurlock, 1990). Bagian dari masa kanak-kanak itu antara lain proses pertumbuhan biologis misalnya tinggi badan masih terus bertambah. Sedangkan bagian dari masa dewasa antara lain proses kematangan semua organ tubuh termasuk fungsi reproduksi dan kematangan kognitif yang ditandai dengan mampu berpikir secara abstrak.
Bertambahnya ketegangan-ketegangan emosional itu disebabkan karena anak-anak remaja harus membuat penyesuaian-penyesuaian terhadap harapan-harapan masyarakat yang baru dan berlainan dari dirinya. Ada banyak bentuk-bentuk emosi yang nampak pada remaja, diantaranya adalah marah, takut, malu, iri hati, kasih saying, kegembiraan, kesedihan, dan rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang menyebabkan remaja menyelidiki hal-hal yang ingin diketahuinya, termasuk menyelidiki hal-hal yang negatif.
“Krisis Moral Remaja pada Era Globalisasi” adalah semakin menurunnya perilaku masyarakat yang semakin menyimpang dan remaja tidak henti-hentinya menjadi target utama yang perlu dibenahi. Ini sangat memalukan bagi masyarakat Indonesia yang kental dengan adat ketimurannya. Sangat ironis memang, karena ini semua menimpa generasi penerus yang seharusnya mengharumkan nama bangsa dimata dunia.
Diketahui dengan adanya kemajuan informasi di satu sisi remaja merasa diuntungkan dengan adanya media yang membahas seputar masalah dan kebutuhan mereka. Sedangkan di sisi lain media merasa kaum remajalah yang tepat menjadi konsumen dari berbagai produk yang ditawarkan. Seperti diketahui bersama bahwa media berperan besar dalam pembentukan budaya masyarakat dan proses peniruan gaya hidup, tidak megherankan pada masa sekarang adanya perubahan cepat dalam teknologi informasi menimbulkan pengaruh negatif meskipun pengaruh positifnya masih terasa.
Hal ini terlihat jika dapat diumpamakan remaja perkotaan sudah tertular dengan gaya hidup barat. Terlihat pada sikap remaja yang mengikuti perkembangan mode dunia, mulai dari fashion, gaya rambut, casing hand phone, pakaian, cara makan, cara bertutur kata yang lebih sering menggunakan “ loe gue” dari pada “aku atau saya, kamu”. Bahkan itu pun mereka ucapkan pada saat berbicara kepada orang yang lebih tua. Padahal menurut budaya timur, harusnya kita harus sopan jika berbicara dengan orang yang lebih tua. Lebih jauh lagi, dampak bagi remaja dapat dilihat khususnya perempuan cenderung tertanam dalam pandangan mereka. Jika perempuan menarik adalah perempuan yang agresif dan seksi.
Selain itu, dengan semakin mudahnya remaja mendapatkan VCD porno dan internet yang menampilkan gambar-gambar porno membuat para remaja penasaran untuk mencobanya melalui kehidupan seks bebas atau bahkan jika hasrat seksualnya tinggi bisa nekat melakukan pemerkosaan. Disamping itu, terdapat pula banyak pemilik warung kecil yang dengan bebas menjual kondom bahkan obat perangsang berupa permen karet yang berdampak meningkatkan libido pada wanita. Selain itu, terdapat fenomena kehidupan remaja di perkotaan sering terlihat terdapat pasangan muda mudi yang belum resmi, melakukan sikap yang menyimpang dari moral dan norma, ironisnya lagi terkadang terjadi penggeledahan di hotel-hotel maupun tempat-tempat hiburan malam yang dilakukan oleh pihak yang berwenang karena terdapat praktek mesum dan banyak diantara mereka adalah remaja usia sekolah yang melakukan praktik mesum. Selain itu juga remaja putri yang berjilbab pun patut dipertanyakan meskipun tidak semuanya. Sungguh pemandangan yang kiranya menandakan bahwa moral remaja bangsa ini sudah benar-benar merosot.
Faktor keimanan dan niat untuk benar-benar menjauhi sikap buruk , peran keluarga dan media masa sangat berpengaruh terhadap perkembangan moral remaja.  Media masa harus benar-benar memberikan informasi untuk meningkatkan rasa percaya diri, bebas dari diskriminasi, terlindung dari pelecahan, kekerasan, dan eksploitasi seks.
Penyebab terjadinya krisis moral yang menimpa remaja diantaranya adalah kurangnya perhatian dari keluarga, pergaulan yang tidak baik, dan lingkungan tempat tinggal yang kurang baik. Semua ini tidak terlepas dari peran orang tua yang seharusnya dapat mengontrol tingkah perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari dalam melakukan kegiatan sehari-hari.

dan alasan saya mengambil judul ini karena pada era globalisasi terjadi penurunan moral pada remaja Indonesia mau membaca sehingga mereka akan sadar pentingnya moral bagi diri remaja, dan agar remaja mendapat pengetahuan yang lebih luas  yaitu tentang tingkah laku itu sendiri. Moral itu sendiri belum berwujud tingkah laku tapi masih acuan dari tingkah laku.
so ... kita ...
Sebagai generasi muda seharusnya kita dapat lebih menghargai budaya kita sendiri dan menjadi remaja yang bermoral yang mampu melawan dampak negatif dari globalisasi dan menganbil dampak positifnya. Tentunya dengan meningkatkan keimanan dan ketekwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. 

oke ? :)

Sabtu, 11 Oktober 2014

Implikasi Perkembangan Teknologi Komunikasi dalam Periklanan


Saat ini teknologi sudah sangat berkembang sangat pesat. Teknologi sebenarnya di ciptakan adalah untuk memudahkan segala kegiatan manusia dalam bidang apapun itu. Oleh sebab itu teknologi kegunaanya pun ada di dalam segala bidang. Termasuk dalam bidang periklanan atau promosi terhadap suatu barang atau pun suatu perusahaan. Sekarang ini para pembisnis sangat memaksimalkan teknologi yang ada untuk mengiklankan apa yang mereka jual. Teknologi di anggap sangat efisien untuk meningkatkan angka konsumen mereka. Teknologi pun di anggap mampu untuk menekan biaya produksi suatu iklan. Saat ini yang sangat trend adalah beriklan di internet. Saat kita membuka salah satu web pasti akan muncul tab tab yang mengiklankan suatu produk. Saat menonton video di situs youtube pun seperti itu. Kita harus menunggu iklan sekitar lima detik baru bisa kita skip. Nyatanya iklan di dunia maya memang lebih murah ketimbang beriklan di koran yang harganya sangat mahal padahal hanya bisa memuat satu kolom saja. Terlebih lagi iklan di TV. Hanya beberapa detik saja sudah beratus ratus juta, belum lagi kalau kita beriklan di TV terkenal dan saat acara terkenal pula, harganya bisa ber kali kali lipat.
Kata iklan atau periklanan sudah tidak asing lagi didengar dalam kehidupan sehari-hari. Menurut William Wells, periklanan adalah bentuk komunikasi non-personal dengan biaya tertentu dari sponsor yang sudah teridentifikasi melalui media massa untuk merayu atau mempengaruhi konsumen/pasar, sedangkan iklan adalah bagian dari bauran promosi (Promotions Mix) dimana promosi merupakan bagian dari bauran pemasaran (Marketing Mix). Secara sederhana iklan dapat didefinisikan sebagai pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media, lalu keseluruhan proses yang meliputi persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penyampaian iklan disebut sebagai periklanan.
Jika pada awalnya iklan pertama yang dikenal adalah iklan dalam bentuk lisan, maka seiring dengan perkembangan jaman dimana manusia sudah mengenal huruf, menyebabkan tulisan menjadi alat penyampaian pesan termasuk dalam penyampaian iklan. 
Perkembangan teknologi merupakan salah satu hal yang mendukung perkembangan kegiatan periklanan dan juga perkembangan media-media yang digunakan untuk kegiatan periklanan tersebut. Kebutuhan akan suatu kegiatan periklanan juga dirasakan semakin meningkat, dapat dikatakan setiap kegiatan bisnis yang ada memerlukan adanya suatu aktivitas periklanan. Dengan Perkembangan Teknologi Komunikasi yang pesat, telah menghantarkan kehidupan manusia kepada aktivitas yang berbasiskan teknologi baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga menuntuk kita untuk merubah cara pandang dalam menjalani hidup, cara kita belajar, cara kita bekerja, cara kita bermain dan cara kita bersosialisasi.

Kamis, 09 Oktober 2014

Perkembangan Industri Media

1.      Siapa tokoh-tokoh dunia yang menguasai industri media ?
Jawab             :  
·         Larry Page dan Sergey Brin (Eksekutif Google)
Lary Page dan Sergey Brin, mereka berdua adalah Raja di Internet. Lewat Mesin Pencari yang bernama Google, mereka mempermudah para netter untuk mencari informasi dengan Google. Bahkan mereka telah menghibur dunia dengan youtube yang telah mereka akuisisi dan juga Android yang siap merubah dunia handphone.
·         Stave Jobs (CEO Apple)
Jobs mempopulerkan download musik, acara TV, dan film secara legal.
·         Bill Gates (Direktur Microsoft Office)
Ia adalah orang terkaya di dunia berkat software, seperti DOS, XP, Vista, 7, dan SO Windows lainnya.
·         Jimmy Wales (Founder Wikipedia)
Ia juga meluncurkan mesin pencari pribadi bernama WikiSeek yang melakukan pencarian terhadap situs-situs yang disebutkan dalam Wikipedia.
·         Mark Zuckerberg (Pendiri Jejaring Sosial Facebook)
Mantan Mahasiswa Hardvard ini adalah penggemar berat Bill Gates, di usianya yang masih muda saja dia jauh lebih sukses daripada sang idolanya pada saat Bill Gates masih muda. Berkat Facebook dia telah merubah dunia dan berkat kekayaan yang dia miliki dia menjadi dermawan mnegikuti jejak sang idola (Bill Gates).
·         Mike Schroepfer (Vice President of Engineering Mozilla)
Mike Schroepfer adalah jenderal bintang lima yang memimpin raksasa tentara open-source tetapi secara desentral yang terdiri dari para anggota dan relawan insinyur.
Misinya: mengimprovisasikan Web browser terbaik di dunia, Firefox.
·         Jack Dorsey (Pendiri MicroBlogging Twitter)
Jack Dorsey adalah sang pendiri situs microblogging Twitter. Dengan situs microblogging yang bernama twitter dia telah mempermudah pekerjaan para jurnalistik karena berbagai peristiwa seperti politik, pertandingan olah raga, bencana, entertainment, dan lainnya dengan mudah sampai kepada masyarakat.
·         George Hotz (hacker)
George Hotz mungkin adalah hacker terhebat di tahun 2010. Dialah hacker yang pertama kali berhasil meng-hack system operasi PS3 dan juga dia berhasil meng-hack iPhone.
Selain itu juga dia pernah menantang Sony atas tindakan sony melakukan update firmware ps3 sehingga membuat pihak sony ketakutan.
·         Jerry Yang, David Filo, dan Terry Semel (Eksekutif Yahoo)
Perusahaan ini juga melanjutkan aksinya dengan peluncuran properti baru seperti Yahoo Food dan Yahoo Pipes (untuk pembuatan custom data feed). Pergeseran Yahoo ke platform iklan Panama mewakili usaha lain menarik pendapatan iklan yang telah dikuasai Google.
·         Sir Tim Berners-Lee (Direktur World Wide Web Consurtium)
Ilmuwan Inggris ini merancang Web browser, editor, dan language protocol (HTTP) pertama sementara juga bekerja sebagai ilmuwan untuk CERN (European Organization for Nuclear Research), dan ia mendirikan W3C pada 1994.
·         Rupert Murdoch (Pemilik News Corporation)
Ia adalah pemilik News Corporation, salah satu perusahaan media terbesar dan paling berpengaruh di dunia.
2.      Berapa jumlah media massa yang dikuasai Rupert Murdoch ?
Jawab :
·         News Limited (Australia)
·         The Sun (Inggris)
·         The News World (Inggris)
·         Sky Television (Inggris)
·         San Antonio Express News (Amerika)
·         Supermarket Star (Amerika)
·         New York Post (Amerika)
·         20th Century Fox (Amerika)
·         Metro Media (Amerika)
·         Star Tv (Asia)
·         My Space (Amerika)

3.      Bagaimana teknologi komunikasi mendukung kerja korporasi di berbagai negara secara terpisah ?
Jawab :
Dijaman modern ini Teknologi komunikasi berkembang secara pesat dan dengan munculnya kerja korporasi di berbagai negara di Dunia Dengan adanya Kantor Virtual (Virtual Office), teknologi komunikasi dapat mendukung kerja korporasi di berbagai negara secara terpisah. Didalam Virtual Office terdapat tim yang saling bekerja sama yang disebut dengan tim maya atau tim yang terpisah secara geogfaris. Anggota tim virtual berkomunikasi secara elektronik. Dengan cara itu mereka dapat dengan mudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Begitu juga sebaliknya, mereka juga dapat memberikan informasi kepada anggota tim lain dengan mudah, sehingga pekerjaan yang mereka kerjakan dapat diselesaikan dengan baik walaupun tidak bertatap muka, melainkan dengan mengandalkan teknologi komunikasi yang saat ini semakin berkembang.
4.      Berapa banyak korporasi media massa yang ada di Indonesia ?
Jawab :
Banyak masyarakat Indonesia yang bergantung dengan media massa untuk hanya mencari sebuah hiburan ataupun untuk memenuhi kebutuhanya. Dengan semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan jasa media massa. Untuk sebagian pebisnis, dalam pandangan mereka itu merupakan salah satu peluang untuk meraup keuntungan yang menjanjikan. Maka tak heran dengan selalu bertambahnya media massa di Indonesia, dalam percetakan, pertelevisian ataupun radio. Dalam bidang pertelevisian, selain TVRI sebagai stasiun pertama yang berdiri di Indonesia yaitu pada tanggal 24 Agustus 196. terdapat 11 (sebelas) stasiun televisi lainya, Sebelas televisi ini ternyata dikuasai beberapa grup pemilik seperti MNC yang menguasai MNC (tadinya TPI), Metro TV, Global TV dan RCTI. Transcorp/Grup Para menguasai Trans TV dan Trans 7, kemudian Bakrie Group menguasai ANTV dan TV One , SCTV dan IVM (Indosiar Visual Mandiri) dikuasai kelompok yang sama, disamping TVRI serta Space Toon yang punya ijin siaran nasional, namun saham kepemilikan space toon kini telah di beli oleh perusahaan swasta dan berganti nama menjadi NET. Di samping itu kini telah beroperasi 7 televisi berlangganan satelit, 6 televisi berlangganan terrestrial, dan 17 televisi berlangganan kabel. Seperti tidak mau kalah dengan pertelevisian, radiopun mengalami kemajuan walaupun tidak sepesat televisi. Hingga akhir tahun 2002, terdapat 1188 Stasiun Siaran Radio di Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 56 stasiun RRI dan 1132 buah Stasiun Radio Swasta. Perkembangan industri dan bisnis penyiaran juga telah mendorong tumbuh pesatnya bisnis rumah produksi (Production House/PH). Sebelum krisis ekonomi, tercatat ada 298 buah perusahaan PH yang beroperasi di mana sekitar 80% di antaranya berada di Jakarta. Pada saat krisis, khususnya antara tahun 1997-1999, jumlah PH yang beroperasi menurun drastis sampai sekitar 60%. Pada tahun 2003, bisnis PH secara perlahan kembali bangkit yang antara lain didorong oleh peningkatan jumlah televisi swasta. Kebutuhan TV swasta akan berbagai acara siaran, mulai acara hiburan sampai acara informasi dan pendidikan, banyak diproduksi oleh PH local. dalam bisnis media penerbitan, khususnya surat kabar dan majalah, juga mengalami peningkatan khususnya dalam hal kuantitas. Pada tahun 2000, menurut laporan MASINDO, terdapat 358 media penerbitan. Jumlah tersebut terdiri atas 104 surat kabar, 115 tabloid, dan 139 majalah.

5.      Unsur persaingan bisnis apa yang sekarang dilakukan media massa ?
Jawab :
Persaingan bisnis yang dilakukan saat ini dimedia massa merujuk pada media online atau jurnalisme online. Kemudahan masyarakat mengakses internet dimanfaatkan media online untuk menghadirkan informasi terdepan mendahului media massa cetak dan elektronik yang masih bergantung pada kertas, perangkat radio dan pesawat televisi.
Media online kemudian berkembang menjadi fenomena. Kelebihan media online dan kecenderungan masyarakat untuk mengakses berita melalui internet, memaksa media massa berbasis cetak dan elektronik ikut membuat media online. hal ini membuat persaingan dunia media massa bergeser dari cetak dan elektronik ke dunia media online. sejak dunia pemberitaan merambah dunia internet, berbagai media baik yang berbasis online maupun cetak atau elektronik berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam memberikan informasi bagi pemirsa informasi online.

Selasa, 30 September 2014

Dampak Teknologi terhadap Aspek Suprastruktur (Ekonomi, Politik, Budaya, dan Sosial)



1. Dampak Teknologi terhadap Aspek Ekonomi
Teknologi adalah suatu cabang antropologi budaya yang berhubungan dengan studi terhadap kebudayaan materi. Hal ini lebih dimaksudkan sebagai proses-proses manusia dalam menangani dan mengendalikan lingkungan fisiknya. 

Jika dilihat pada saat sekarang ini perkembangan teknologi  terutama di Indonesia semakin berkembang. Dengan adanya teknologi dapat memudahkan kita untuk belajar dan mendapatkan informasi yang kita butuhkan dari mana saja, kapan saja, dan dari siapa saja.

Dalam perekonomian suatu negara, teknologi mulai dirasa mempunyai peran yang penting dalam perekonomian suatu negara karena dengan berkembangnya teknologi , perekonomian suatu negara mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya.

Perekonomian suatu negara dapat dilihat dari perkembangan teknologi di negara tersebut. Semakin tinggi perkembangan teknologinya maka semakin tinggi pula pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Namun perkembangan teknologi informasi ini juga memiliki sisi negatif, dimana banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu hal yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. 
Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif dari kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia.

Analisis :

*Dampak Positif :

a. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya industrialisasi
c. Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
d. Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.

      *Dampak Negatif :

Di bidang teknologi terjadi penyalahgunaan fungsi teknologi untuk hal-hal yang melanggar norma, seperti video porno yang direkam via handphone, atau kasus penipuan via internet.

2. Dampak Teknologi Terhadap Aspek Politik
Politik adalah kegiatan pengambilan keputusan kolektif untuk kepentingan bersama. Ditinjau dari makhluk sosial, jelaslah bahwa politik merupakan kebutuhan bagi setiap manusia. Dari sebuah keluarga kecil, keanggotaan kelas, hingga negara adalah sebuah kegiatan politik.
Untuk mencapai tujuan maka kegiatan politik memerlukan interaksi. Interaksi utama sebagai manusia modern adalah komunikasi. Dengan adanya teknologi informasi maka kegiatan komunikasi akan lebih mudah, cepat, dan efisien. Hal ini tentu akan memberi kontribusi besar bagi kegiatan politik.
Analisis :
* Dampak Positif  :
      1.   Dalam Demokratisasi
Salah satu tujuan utama dalam penggunaan politik dibantu dengan teknologi informasi adalah adanya peranan besar masyarakat dalam pengembangan pemerintah. 
       2.    Dampak ramah lingkungan
Dengan menggunakan teknologi  berarti informasi yang disampaikan kebanyakan menggunakan media digital. Surat menyurat yang mungkin pada awalnya dapat bertumpuk-tumpuk kini cukup dengan menggunakan e-mail sudah dapat dilaksanakan. 
        3.   Cepat, efisien, nyaman
Kegiatan komunikasi untuk keperluan politik dengan menggunakan teknologi menyebabkan sampainya berita lebih cepat, dilakukan secara efisien, dan nyaman. 
* Dampak Negatif  :
1. Biaya
Walaupun politik yang menggunakan teknologi dapat melakukan pengeluaran yang lebih sedikit daripada konvensional, namun sebelumnya untuk membuat infrastruktur dan teknisinya akan memiliki biaya yang sangat mahal.
2.  Jangkauan akses
Harus diakui tidak semua orang melek terhadap teknologi. Bagi warga yang berada jauh di pedalaman akan susah untuk mengakses website, blog, atau video streaming tentang politik di Indonesia.
3.  Transparansi
Pada beberapa negara maju, banyak yang meragukan berita-berita negara yang diterbitkan oleh negara sendiri. 
4.   Privasi
Sebuah badan politik seperti negara memerlukan tanggapan dari warganya. Jika negara terus meminta informasi maka privasi dari seseorang semakin sulit untuk dijaga. Ini akhirnya menjadi dilema, di sisi yang satu data dari masyarakat dihimpun untuk mengembangkan kegiatan negara namun di sisi yang lain negara pun harus menjunjung tinggi hak privasi warganya.

3. Dampak Teknologi terhadap Budaya

Pada zaman sekarang ini terutama setelah memasuki abad 21 perkembangan teknologi terasa luar biasa terutama yang berhubungan dengan telekomunikasi dan informasi. Perubahan budaya lokal dan sosial akibat revolusi teknologi informasi dan komunikasi ini tidak dapat dibiarkan dengan begitu saja. Masyarakat perkotaan yang memiliki akses terhadap informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya global itu. Hal ini akan berdampak dengan tatanan kehidupan beragama dan bermasyarakat. Karena tidak semua budaya-budaya luar/barat dapat diterima dalam kehidupan beragama maupun masyarakat.
Dengan semakin mudahnya masyarakat kota berinteraksi satu sama lain maka diantara mereka akan mengikis budaya silaturahmi “face to face” atau saling bertatap muka. Karena semuanya bisa dilakukan lewat teknologi komunikasi, sebut saja telepon, atau bahkan bisa menggunakan video conference untuk dapat saling bertatapan. Budaya silaturahmi sekarang yang masih kental dilakukan setiap setahun sekali pada waktu idul fitri saja, namun, untuk menanyakan kabar keseharian kita misalkan menanyakan tentang kondisi kita seperti kesehatan serta kondisi kita yang kita lakukan saat ini, sudah menggunakan telpon bisa lewat telpon umum bahkan hanphone pribadi. Namun yang dilakukan masyarakat dulu berbeda dengan sekarang, mereka lebih mengutamakan bertemu langsung dari pada menggunakan komunikasi jarak jauh, karena agar lebih mempererat tali persaudaraan diantara keluarga yang satu dengan yang lainnya. masyarakat dulu melakukan silaturahmi setiap ada waktu bisa sebulan sekali, seminggu sekali bahkan bisa tiap hari bersilaturahmi itu dikarenakan sarana teknologi informasi dan komunikasi sangat terbatas. Keterbatasan sarana komunikasi tanpa kita sadari mempunyai efek yang positif karena dengan keterbatasan tersebut maka akan terjadi interaksi secara langsung (silaturahmi) tercipta suasana keakraban selain itu informasi yang sifatnya menghasut bisa diredam , dengan demikian tercipta suasana yang hangat dan damai.

4.  Dampak Teknologi Terhadap Sosial
Keadaan masyarakat pada era globalisasi sekarang ini, cenderung tidak dapat di pisahkan dengan teknologi informasi yang ada. Dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi, memudahkan masyarakat dalam menjalin hubungan secara global. Karena teknologi yang cukup canggih saat ini, sudah memungkinkan masyarakat untuk masuk ke dunia internasional dengan mudah dengan adanya fitur-fitur penunjang komunikasi.
Akibat perkembangan teknologi informasi yang ada, keadaan sosial masyarakat mengalami perubahan. Tetapi masih terdapat kesenjangan yang terjadi pada masyarakat di daerah terpencil. Masyarakat di kota-kota besar sangat mudah untuk mengakses berbagai informasi yang ada melalui internet. Sedangkan pada masyarakat pedesaan cenderung susah untuk mendapatkan informasi dari dunia maya. Tetapi bila di lihat secara keseluruhan, tentunya perkembangan teknologi informasi ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat kebanyakan.
Analisis :
Teknologi berkembang  pesat berkat pemakaian alat-alat yang  makin sempurna,  sehingga  mendapat sebutan Teknologi modern. Kemajuan Teknologi  mendorong  majunya  teknologi  yang  makin dapat  memakmurkan  kehidupan manusia, karena tujuan  teknologi  memang diadakan untuk  kebutuhan  manusia.  Namun, di samping tujuan dapat tercapai,  terjadi pula dampak sampingan yang dapat mengganggu. Untuk  itu diupayakan  peningkatan kegunaan teknologi  dan memperkecil  dampaknya. Bila hal tersebut tercapai, maka kegiatan mempergunakan  teknologi  mamperoleh  nilai ekonomis  yang berarti.
Dampak negatif dari perkembangan teknologi salah satunya adalah adanya teknologi yang disalah gunakan oleh masyarakat. seperti Handphone,jejaring sosial, dll. Banyak terjadi penipuan dan tindak kejahatan yang dilakukan oknum oknum tertentu dengan melalui teknologi. seperti pencurian uang, penipuan. penculikan, dan pembunuhan berencana. Selain itu, Teknologi yang berkembang pesat dapat menghilangkan nilai sosial di masyarakat tertentu. seperti contohnya, dengan menggunakan Handphone, TV, mobil, motor ataupun bahkan jejaring sosial.seorang individu dapat berkomunikasi dan menjalani aktivitas dengan mudah tanpa adanya interaksi atau gotong royong antar masyarakat lainnya. Hal itu dapat menghilangkan nilai nilai sosial dalam kehidupan. karena individu akan memilih untuk mengerjakan sendiri kerjaannya tanpa harus meminta bantuan orang lain.


Okey gan, sist.. sekian yang dapat saya sampaikan. Semoga apa yang saya tulis tadi bermanfaat untuk kalian-kalian yang singgah di blog saya.
Terimakasih saya ucapkan kepada Allah SWT, Orangtua yang selalu menjadi motivasi, Dosen saya di matakuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi (Pak Sangra Juliano M.I.Kom) dan seseorang yang telah membantu dalam penyempurnaan blog ini dan menjadi teman diskusi yang baik :)
Dan saya ucapkan terimakasih juga kepada sumber yang telah menjadi referensi saya dalam pembuatan blog ini :